Atasi Ancaman Karhutla, Pemkab Ketapang Gelar Doa Lintas Agama dan Tingkatkan Siaga Bencana

Merespons musim kemarau dan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Pemkab Ketapang mengadakan doa bersama lintas agama. Bupati Alexander Wilyo dan jajaran Kepolisian juga mengimbau warga siaga dan setop membakar lahan.
Merespons kondisi cuaca ekstrem dan meningkatnya ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang menempuh jalur spiritual sekaligus preventif. Sebuah gelaran doa bersama lintas agama dilaksanakan secara khusyuk di halaman Kantor Bupati Ketapang pada Minggu (9/8/2026) malam.
Inisiatif yang dipimpin oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si. ini melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh lintas agama, tokoh adat, pemuda, dan elemen masyarakat. Tujuan utamanya adalah memanjatkan permohonan agar wilayah Ketapang segera diguyur hujan, serta dijauhkan dari segala macam musibah dan bencana alam.
Instruksi Kewaspadaan untuk 20 Kecamatan
Dalam momentum tersebut, Bupati Alexander Wilyo menginstruksikan seluruh warga di 20 kecamatan se-Kabupaten Ketapang untuk turut menggelar ritual doa serupa di wilayah masing-masing. Di samping ikhtiar batin, perlindungan lingkungan secara fisik juga ditekankan.
Bupati meminta masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air dan menghentikan seluruh aktivitas yang berisiko memicu munculnya titik api. "Menjaga wilayah Ketapang dari bencana karhutla adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat, bukan semata-mata tugas aparat dan pemerintah daerah," tegasnya.
Ancaman Pidana bagi Pelaku Pembakaran Lahan
Sejalan dengan arahan Bupati, Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, mengeluarkan peringatan keras mengenai larangan praktik tebas bakar dalam membuka lahan perkebunan. Warga juga diwanti-wanti agar tidak membuang puntung rokok sembarangan di area semak belukar yang mengering.
"Kepolisian tidak akan menoleransi dan siap menindak tegas secara hukum siapa pun yang kedapatan sengaja melakukan pembakaran lahan," ancam Kapolres.
Sementara itu, dorongan moral juga datang dari Ketua PCNU Ketapang, Dr. KH. Abdullah Al-Faqir. Ia mengajak para pemuka agama dan masyarakat luas untuk merutinkan selipan doa meminta hujan di setiap akhir ibadah harian.
Sinergi antara ikhtiar spiritual masyarakat dan penegakan hukum yang tegas dari aparat diharapkan mampu menekan risiko karhutla secara signifikan, sehingga Kabupaten Ketapang terhindar dari bencana kabut asap yang merugikan.

Tinggalkan Komentar