Hadiri HAN ke-42, Bupati Ketapang Dorong Sinergi Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Bupati Ketapang Alexander Wilyo menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Balai Sungai Kedang. Beliau mengajak seluruh elemen bersinergi mewujudkan Ketapang sebagai Kabupaten Layak Anak menuju Indonesia Emas 2045.
Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kabupaten Ketapang berlangsung semarak di Balai Sungai Kedang pada Selasa (4/8). Tahun ini, perayaan tersebut mengangkat tema besar yang sarat makna, yakni “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., yang dalam kesempatan tersebut menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan dan perlindungan hak-hak anak.
Pesan Inspiratif untuk Generasi Penerus
Di hadapan anak-anak yang hadir, Bupati Alexander memberikan motivasi agar mereka tidak ragu untuk bermimpi besar. Ia mendorong generasi muda Ketapang untuk giat belajar dan mengejar cita-cita setinggi mungkin.
"Anak-anakku, teruslah belajar dan berani bermimpi besar. Kelak, dari tangan kalianlah akan lahir para pemimpin, tenaga profesional handal, serta tokoh-tokoh penting yang akan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa yang kita cintai ini," pesan Bupati dengan penuh semangat.
Sinergi Lintas Sektor Menuju Kabupaten Layak Anak
Bupati juga menyoroti bahwa upaya menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak tidak bisa dilakukan secara sepihak. Diperlukan kerja sama lintas sektoral yang solid untuk mencapai target Ketapang sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).
“Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, jajaran Forkopimda, institusi pendidikan, sektor dunia usaha, dan seluruh lapisan masyarakat harus terus kita perkuat. Inilah kunci utama untuk mewujudkan Ketapang sebagai Kabupaten Layak Anak,” tegasnya.
Persiapan Menyongsong Indonesia Emas 2045
Peringatan HAN tahun 2026 ini menjadi momentum refleksi bahwa pemenuhan dan perlindungan hak anak adalah tanggung jawab kolektif. Beban tersebut bukan hanya ada di pundak pemerintah, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat.
Bupati meyakini, melalui kepedulian bersama, masa depan anak-anak di Kabupaten Ketapang akan terjamin dengan baik.
“Dengan kolaborasi yang kokoh dari semua pihak, kita optimis akan lahir generasi penerus Ketapang yang sehat secara fisik, cerdas secara intelektual, memiliki akhlak yang mulia, dan siap menjadi pilar utama dalam menyongsong era Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar