
Bupati Alexander Wilyo Kukuhkan Pengurus GOW Ketapang Periode 2026–2031
Koran Kalbar · 6 November 2026
Berita daerah Kalimantan Barat

Koran Kalbar · 6 November 2026
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menerima audiensi Yayasan WeBe Konservasi untuk membahas kolaborasi pengembangan kawasan pesisir, konservasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Ketapang.
Sekda Ketapang Repalianto mengingatkan PPPK Paruh Waktu Satpol PP agar mengutamakan disiplin, tanggung jawab, profesionalisme, dan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas menjaga ketertiban umum serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo memimpin mediasi sengketa lahan antara masyarakat Desa Lembah Mukti dan PT Maya Agro Investama. Verifikasi awal ATR/BPN terhadap 31 bidang tanah menunjukkan 22 titik berada di luar wilayah IUP perusahaan dan sembilan titik berada di dalamnya. Pemeriksaan lapangan bersama disepakati untuk memastikan batas, status, dan kepemilikan lahan.
Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir menerima audiensi relawan kemanusiaan internasional yang didampingi INH untuk membahas penanganan karhutla. Pertemuan tersebut membahas asesmen lapangan, kebutuhan warga terdampak, serta peluang penyaluran bantuan kemanusiaan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengukuhkan pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas periode 2026–2029. H. Wahyudin dipercaya sebagai Ketua Umum dan H. Zulkarnain sebagai Sekretaris Umum. Bupati berpesan agar pengurus meningkatkan profesionalisme pengelolaan masjid serta memperkuat pembinaan umat dan kegiatan sosial keagamaan.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengapresiasi kontribusi Yayasan Tri Dharma dalam membantu penanganan karhutla dan mendukung pembangunan daerah. Dalam serah terima jabatan ketua yayasan di Hotel Grand Zuri Ketapang, ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan dan gotong royong.
Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir mengapresiasi program Kalinilam Bertilawah yang dijalankan TPQ As-Shiddiq. Program ini diharapkan melahirkan generasi muda yang mahir membaca Al-Qur’an dan mampu berprestasi dalam ajang MTQ.
Sekda Ketapang Repalianto membuka Bimtek Daerah Digitalisasi Pembelajaran Tahun 2026 yang diikuti 50 guru SD dari berbagai kecamatan. Kegiatan selama empat hari ini bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital serta mendorong pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Ketapang.
Polda Kalbar menangani 68 laporan karhutla perorangan dan 33 laporan korporasi. Secara nasional, 245 orang dan 20 korporasi ditetapkan sebagai tersangka.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo melepas 700 atlet, pelatih, dan ofisial yang akan mewakili Kabupaten Ketapang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat 2026. Mengikuti 48 cabang olahraga, kontingen Ketapang menargetkan posisi tiga besar dengan tetap mengedepankan sportivitas dan keselamatan seluruh peserta.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo melantik Kepala Desa Pengganti Antarwaktu (PAW) Desa Karya Mukti, Kecamatan Sungai Melayu Rayak. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pelayanan masyarakat, sinergi antara pemerintah desa dan berbagai elemen, serta percepatan pembangunan desa.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo melantik Kepala Desa Pengganti Antarwaktu (PAW) Desa Segar Wangi, Kecamatan Tumbang Titi, Kamis (29/10/2026). Dalam arahannya, Bupati meminta kepala desa yang baru dilantik menjalankan kepemimpinan secara adil, merangkul seluruh warga tanpa membedakan latar belakang, serta memperkuat kolaborasi untuk menjaga keharmonisan dan mendorong pembangunan desa.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyerahkan bantuan seragam sekolah dan alat tulis gratis kepada siswa SMP Negeri 1 Sungai Melayu Rayak. Program ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meringankan beban orang tua, mencegah anak putus sekolah, dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Ketapang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Repalianto mendukung penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) melalui kegiatan supervisi dan konferensi kasus Batch 1. Upaya ini bertujuan memperkuat perlindungan anak, meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan, serta mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik.