BREAKING NEWS

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri Baru, Gantikan Listyo Sigit Prabowo

Koran KalbarDiperbarui 8 mnt bacaNasionalPemerintahanPOLRI👁 3
Kapori baru.jpg

Babak baru kepemimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi dimulai. Presiden Prabowo Subianto menandatangani keputusan pergantian pucuk pimpinan Korps Bhayangkara setelah proses politik di parlemen rampung dalam waktu singkat.

Pelantikan di Istana Negara

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal (Polisi) Suyudi Ario Seto menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Bersamaan dengan itu, Presiden Prabowo Subianto melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, pelantikan mantan kepala Badan Narkotika Nasional itu digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026).

Dalam upacara tersebut, pelantikan dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026), diawali dengan menyanyikan lagu 'Indonesia Raya', setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan Keppres tentang pengangkatan Kapolri, lalu Prabowo memandu pembacaan sumpah dan janji jabatan Kapolri. Saat mengucap sumpah jabatan, Suyudi menegaskan: "Saya menyatakan dan berjanji sungguh-sungguh bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara."

Tak hanya posisi Kapolri, Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sementara Komjen Pol Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia menggantikan Komjen Pol Dedi Prasetyo. Sementara itu, sang pendahulu mendapat jabatan baru: mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo kini menduduki posisi Kepala Staf Kepresidenan.

Landasan yuridis pergantian ini tertuang jelas: dalam keputusan tersebut, Presiden memberhentikan dengan hormat Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri dan Komjen Pol Dedi Prasetyo dari jabatan Wakapolri, disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa keduanya.

Proses Cepat di Parlemen

Sebelum pelantikan, nama Suyudi melewati tahapan konstitusional di DPR. DPR telah menyetujui Komjen Suyudi sebagai calon tunggal Kapolri, ia menjalani fit and proper test sekitar 20 menit di Komisi III DPR RI pada hari ini. Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan proses ini berjalan tunggal tanpa kompetitor: Suyudi menjadi satu-satunya nama yang diserahkan Presiden Prabowo Subianto lewat Surat Presiden Nomor R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026.

Agar roda kepemimpinan Polri tak terhenti, Puan menjelaskan urgensi percepatan proses: penetapan Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri dilakukan guna memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di institusi Polri. Ia pun menambahkan, "Supaya tidak terjadi kekosongan, nanti setelah penetapan ini saya tandatangani sebagai Ketua DPR dan saya kirimkan kepada Bapak Presiden. Insyaallah, setelah zuhur, calon Kapolri akan segera dilantik oleh Bapak Presiden."

Siapa Suyudi Ario Seto?

Suyudi lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 yang kemudian bersekolah lanjut melalui Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2018.

Rekam jejak kariernya didominasi dunia reserse. Sepanjang 32 tahun berkarier, Suyudi banyak bertugas di bidang reserse. Ia pernah menduduki posisi Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Pasar Minggu, hingga Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Kariernya terus menanjak: ia dipercaya memimpin unit Jatanras (Kejahatan dengan Kekerasan) Polda Metro Jaya, lalu menjadi Kasat Reskrim di Polres Metro Tangerang Kota dan Polres Metro Jakarta Barat, serta Kanit Resmob Bareskrim Polri.

Di jajaran wilayah, ia juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Metro Tanah Abang, lalu berlanjut ke sejumlah posisi pimpinan kepolisian resor, yakni Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat. Selanjutnya, kenaikan karier Suyudi berlanjut ke tingkat kepolisian daerah. Pada 2023, ia dipercaya menduduki posisi Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, ia menjadi Kapolda Banten.

Puncak kariernya sebelum menjadi Kapolri terjadi saat ia dipercaya memimpin lembaga antinarkotika: pada 25 Agustus 2025 Suyudi diangkat oleh Presiden Prabowo sebagai Kepala BNN dalam rangka penugasan di luar struktur kepolisian, sehingga ia resmi menjadi Jenderal Bintang Tiga.

Selama menjabat sebagai orang nomor satu di BNN, capaian kerjanya tercatat signifikan: selama menjadi Kepala BNN, Suyudi telah menorehkan beberapa capaian, sebagai contoh pada tahun 2026, BNN telah menyita 12,3 ton barang bukti narkotika dan Rp 16,5 triliun nilai ekonomi dihentikan.

Di sisi akademik, gelar kehormatan juga melengkapi profilnya: ia juga mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanegara pada 31 Januari 2026.

Selama menjabat Kapolda Banten, nama Suyudi juga sempat disorot terkait kasus kekerasan yang viral. Pada awal Januari 2025, seorang pemilik usaha rental mobil tewas ditembak di jalan tol setelah permintaan pendampingannya ke Polsek Cinangka ditolak, Suyudi lalu memutasi Kapolsek Cinangka beserta dua anggotanya ke Bagian Pelayanan Markas (Yanma) Polda Banten. Di sisi lain, ia juga dikenal menggagas program sosial: di luar penegakan hukum, ia menggagas program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), balai latihan Poliran Polda Banten melatih 448 peserta, mulai dari penganggur usia produktif, korban pemutusan hubungan kerja, hingga mantan warga binaan.

Harta Kekayaan Rp5,8 Miliar Tanpa Utang

Sorotan publik juga tertuju pada rekam jejak keuangan sang jenderal. Calon Kapolri terpilih Komjen Suyudi Ario Seto tercatat memiliki kekayaan senilai Rp 5.847.000.000 atau Rp 5,8 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025, yang dilaporkan pada 28 Maret 2026 dalam kedudukan Suyudi sebagai kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Rincian aset menunjukkan dominasi properti: aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan dengan nilai total Rp4.600.000.000, terkonsentrasi di kawasan Jakarta Selatan, meliputi tanah dan bangunan seluas 176 meter persegi/225 meter persegi senilai Rp2.400.000.000, serta tanah dan bangunan seluas 162 m2/210 m2 senilai Rp2.200.000.000.

Untuk kendaraan, Suyudi mencatatkan aset kendaraan senilai Rp457.000.000, terdiri atas satu unit motor Yamaha NMA AT tahun 2025 hasil sendiri seharga Rp27.000.000, serta satu unit mobil Mini Cooper tahun 2022 berstatus hibah tanpa akta senilai Rp430.000.000. Selain itu, Suyudi juga memiliki harta bergerak lainnya sejumlah Rp40.000.000 serta simpanan kas dan setara kas senilai Rp750.000.000.

Yang menarik, laporan ini bersih dari beban finansial: LHKPN tersebut tidak mencatat kepemilikan surat berharga maupun kategori harta lainnya, dan Suyudi juga tidak tercatat mempunyai utang. Jika dibandingkan dengan laporan sebelumnya, ada kenaikan: saat masih menjabat sebagai Kapolda Banten, Suyudi melaporkan harta kekayaan sebesar Rp 5.488.000.000 pada 13 Maret 2025.

Visi "Polisi Bersama Masyarakat" dan Janji Hapus "No Viral No Justice"

Dalam sesi uji kelayakan di DPR, Suyudi memaparkan gagasan besar kepemimpinannya. 23"Tema yang saya usung adalah Polisi Bersama Masyarakat sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian," tuturnya.

Salah satu sorotan paling tajam dalam paparannya adalah fenomena yang kerap dikeluhkan publik. Calon Kapolri Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyoroti fenomena "no viral no justice" yang masih menjadi kegelisahan masyarakat dalam penegakan hukum, menurut Suyudi, laporan warga tidak semestinya baru mendapat perhatian setelah kasus tersebut ramai di media sosial. Ia menegaskan arah perubahan tata kelola penanganan laporan: "Logika yang harus diubah: Bukan lapor tunggu viral baru diperhatikan, melainkan lapor, diverifikasi, ditangani, diberi kabar perkembangan, dan diselesaikan sesuai hukum."

Secara keseluruhan, ia memetakan sembilan persoalan yang mengakar di masyarakat terkait kinerja kepolisian, yakni kepastian laporan pidana, kesetaraan di hadapan hukum, pungutan liar dan pelayanan transaksional, penyalahgunaan kewenangan, penggunaan kekuatan yang berlebihan, fenomena "No Viral, No Justice", kepercayaan terhadap pengaduan masyarakat, transparansi penanganan perkara, serta kultur pelayanan bagi korban.

Adapun visi besar yang ingin dicapai disebutkan secara gamblang: visi yang dibawa Suyudi yakni terwujudnya Polri yang berintegritas, profesional, humanis, tegas, adaptif, dan berorientasi pada masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang aman, tertib, dan berkeadilan menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mewujudkannya, ia memperkenalkan enam prinsip operasional, yakni Hadir, Dekat, Cepat, Adil, Terbuka, dan Adaptif.

Suyudi juga menegaskan bahwa kritik dari masyarakat bukan ancaman bagi institusi, melainkan alat kontrol penting: kritik berbasis fakta dari masyarakat bukanlah ancaman, melainkan sistem peringatan dini (early warning system) yang sangat dibutuhkan Korps Bhayangkara.

Reaksi Berbagai Pihak

Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo turut memberikan ucapan selamat kepada penggantinya usai acara di Istana. Ia menyebut dirinya mengenal baik sosok Suyudi sebagai pekerja keras dan mendoakan kesuksesan dalam mengemban amanah baru tersebut.

Sementara itu, mantan Presiden Joko Widodo yang turut dimintai komentar menyebut pergantian ini sebagai hak prerogatif penuh Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menilai masa jabatan Listyo Sigit yang telah berlangsung cukup lama memang sudah waktunya memasuki fase regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri.

Di Komisi III DPR, Ketua Komisi III Habiburokhman turut menegaskan proses persetujuan berjalan mulus tanpa perdebatan berarti: "Komisi III DPR RI telah secara aklamasi menyepakati dan menyetujui Saudara Komjen Pol Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri."

Penutup

Pergantian Kapolri ini menandai babak baru transformasi Polri yang menurut Suyudi sendiri akan terus berlangsung hingga 2029, dengan penekanan pada perbaikan budaya pelayanan, penguatan integritas, dan respons cepat terhadap keluhan masyarakat. Publik kini menanti bagaimana janji-janji yang disampaikan dalam uji kelayakan tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan konkret di lapangan.

Sumber Referensi:

  1. Kompas.com — Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

  2. Republika — Momen Suyudi Ario Seto Dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri

  3. ANTARA News Jambi — Prabowo lantik Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

  4. CNN Indonesia — Istana Pastikan Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri Hari Ini

  5. CNBC Indonesia — Sah! Suyudi Ario Dilantik Sebagai Kapolri, Wahyu Hadiningrat Wakapolri

  6. detikNews — Prabowo Resmi Lantik Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri

  7. CNN Indonesia — Jejak Karier Suyudi Ario Seto: Wakapolda Metro Jaya Hingga Kepala BNN

  8. CNBC Indonesia — Profil Kepala BNN Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

  9. ANTARA News Babel — Profil Suyudi Ario Seto, pengganti Kapolri Jenderal Listyo Sigit

  10. Periskop.id — Profil Suyudi Ario Seto, Kepala BNN yang Disetujui DPR Jadi Kapolri

  11. Suara.com — Suyudi Usung Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' sebagai Arah Baru Polri

  12. VIVA.co.id — Komjen Suyudi Soroti Fenomena 'No Viral No Justice'

  13. Kabar Terdepan — Suyudi Ario Seto Usung 'Polisi Bersama Masyarakat' dalam Uji Kelayakan Kapolri

  14. Jakarta Review — Janji Calon Kapolri Komjen Suyudi, Hapus Stigma No Viral No Justice

  15. Kompas.com — Calon Kapolri Terpilih Komjen Suyudi Ario Seto Punya Harta Rp 5,8 Miliar

  16. Medcom.id — Kapolri Terpilih Suyudi Ario Seto Punya Harta Rp5,8 Miliar

  17. Suara.com — Harta Kekayaan Calon Kapolri Suyudi Ario Seto, Capai Rp5,8 Miliar

  18. GoodStats — DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Harta Kekayaannya Rp5,8 Miliar

  19. JawaPos — Resmi jadi Kapolri, Harta Kekayaan Suyudi Ario Seto Tercatat Rp 5,8 Miliar

  20. https://transportasimedia.com/detail/21762/presiden-prabowo-lantik-jenderal-suyudi-jadi-kapolri-baru

Ditulis oleh

Koran Kalbar

Administrator utama portal korankalbar.com

0 Komentar

Memuat komentar...

Tinggalkan Komentar