BREAKING NEWS

Buka Penguatan Kapasitas Pokja BSAN, Sekda Ketapang Dorong Sekolah Bebas Perundungan

Koran KalbarDaerah👁 0
Buka Penguatan Kapasitas Pokja.jpg

Sekda Ketapang Repalianto membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) periode 2026-2030. Kegiatan ini bertujuan mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan, perundungan, dan diskriminasi bagi peserta didik di Ketapang

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Repalianto, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BSAN) Kabupaten Ketapang. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kreasi Ketapang ini berlangsung di Grand Zuri Hotel Ketapang, Kamis (3/9/2026).

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menilai, penguatan kapasitas Pokja BSAN merupakan langkah krusial dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga inklusif bagi seluruh peserta didik.

“Sekolah bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga tempat membentuk karakter dan kepribadian generasi muda. Karena itu, setiap anak harus merasa aman dari kekerasan, perundungan, intimidasi, dan diskriminasi,” ujarnya.

Sekolah Sebagai Ruang Aman dan Inklusif

Lebih lanjut, Sekda menegaskan bahwa lingkungan sekolah harus mampu memberikan rasa diterima dan dihargai bagi setiap peserta didik tanpa terkecuali. Setiap anak, menurutnya, berhak mendapatkan kesempatan yang setara untuk belajar dan mengembangkan potensi diri secara maksimal.

Untuk mewujudkan visi tersebut, dibutuhkan sinergi kuat dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pihak sekolah, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat luas. Sekda berharap para kepala sekolah dan guru dapat menjadi garda terdepan dalam membangun komunikasi yang positif serta menyelesaikan berbagai persoalan dengan pendekatan edukatif.

“Melalui program BSAN periode 2026–2030 ini, mari kita wujudkan sekolah yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga nyaman secara psikologis dan sosial,” katanya.

Implementasi Nyata di Lingkungan Sekolah

Sekda berharap hasil dari pelatihan ini tidak hanya berhenti pada tataran teori, melainkan dapat diimplementasikan secara konsisten dalam aktivitas sekolah sehari-hari. Ia mengajak seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Ketapang untuk bertransformasi menjadi ruang belajar yang terbuka dan mendukung setiap peserta didik dalam meraih cita-cita.

Menutup sambutannya, Sekda menyampaikan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh peserta dan pihak penyelenggara. Ia berpesan agar rangkaian pelatihan diikuti dengan sungguh-sungguh sebagai wadah untuk berbagi solusi atas berbagai tantangan pendidikan di lapangan.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan dan terwujudnya generasi Ketapang yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi,” tutupnya.

Kegiatan Penguatan Kapasitas Pokja BSAN ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mendorong satuan pendidikan di Ketapang agar lebih responsif terhadap perlindungan anak, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan bebas dari kekerasan.

0 Komentar

Memuat komentar...

Tinggalkan Komentar