BREAKING NEWS

Buka Rakerda Pakomoant, Bupati Ketapang Ajak Masyarakat Dayak Kanayatn Jadi Tuan di Tanah Sendiri

Koran KalbarDaerah👁 0
PAKOMOANT DAYAK.jpg

Bupati Ketapang Alexander Wilyo membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pakomoant Dayak Kanayatn Tahun 2026. Bupati mendorong penguatan tiga aspek strategis yakni budaya, ekonomi, dan politik agar masyarakat mampu menjadi pelaku aktif pembangunan daerah.

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pakomoant Dayak Kanayatn Ketapang Tahun 2026. Kegiatan konsolidasi organisasi ini berlangsung di Gedung Gemalo Murial, Paya Kumang, Ketapang, Sabtu (29/08/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo mengapresiasi pelaksanaan Rakerda sebagai wadah strategis bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi internal, menyamakan visi, serta merumuskan program kerja yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Ketapang.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk senantiasa hadir memberikan pelayanan yang adil tanpa memandang latar belakang suku maupun kelompok tertentu. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Ketapang merupakan aset berharga yang harus dirawat melalui semangat kolaborasi.

“Ketapang ini tidak hanya terdiri dari satu suku. Karena itu, kekuatan yang kita miliki harus dipersatukan sehingga dapat mencapai apa yang kita inginkan bersama,” pesan Bupati.

Penguatan Tiga Pilar Strategis

Lebih lanjut, Bupati mendorong masyarakat Dayak Kanayatn untuk fokus memperkuat tiga aspek utama, yaitu budaya, ekonomi, dan politik. Di sektor budaya, ia menekankan urgensi menjaga kelestarian adat istiadat sebagai representasi identitas dan harga diri masyarakat adat.

Sementara pada aspek ekonomi, Bupati mengimbau masyarakat untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam arus pembangunan. Ia mendorong warga Dayak Kanayatn untuk lebih aktif memanfaatkan potensi sumber daya lokal demi mencapai kemandirian finansial.

“Ekonomi ini memang berat, tetapi saya kira kita bisa berkolaborasi di segala hal. Kita harus belajar dari pihak-pihak yang sudah berhasil dan terus mengembangkan kemampuan ekonomi kita,” ujarnya.

Adapun di ranah politik, Bupati menilai keterwakilan masyarakat Dayak saat ini telah menunjukkan tren positif. Meski demikian, capaian tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tengah dinamika politik yang semakin kompetitif.

Persatuan di Atas Perbedaan Pilihan

Bupati menegaskan bahwa perbedaan preferensi politik semestinya tidak menjadi celah perpecahan bagi masyarakat Dayak. Menurutnya, energi kolektif harus tetap diarahkan untuk memperkuat posisi tawar masyarakat dalam aspek sosial, ekonomi, dan politik daerah.

“Perbedaan warna itu tidak masalah. Yang penting bagaimana kita bisa bersatu dan memperkuat posisi kita dalam sosial ekonomi maupun sosial politik, sehingga kita bisa menjadi pemimpin di tanah kita sendiri,” tegasnya.

Di sela sambutannya, Bupati turut mengingatkan pentingnya menjaga stamina dan kesehatan para peserta rapat, mengingat kondisi cuaca dan lingkungan yang kurang mendukung akibat musim kemarau.

Menutup sambutannya, Bupati Alexander Wilyo berharap Rakerda Pakomoant Dayak Kanayatn Ketapang Tahun 2026 mampu menghasilkan rumusan program kerja yang solid. Ia optimis, hasil konsolidasi ini akan berkontribusi besar bagi penguatan organisasi serta kemajuan Kabupaten Ketapang secara menyeluruh

0 Komentar

Memuat komentar...

Tinggalkan Komentar