Hadiri Syukuran Jubileum, Bupati Ketapang Apresiasi Dedikasi Sembilan Suster OSA

Bupati Ketapang Alexander Wilyo menghadiri Perayaan Syukur Kesetiaan Hidup Membiara sembilan Suster Ordo Santo Agustinus (OSA) di Ketapang. Bupati mengapresiasi kontribusi nyata OSA dalam bidang pendidikan dan kesehatan bagi pembangunan daerah selama puluhan tahun.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., menghadiri momen sakral Perayaan Syukur Kesetiaan Hidup Membiara sembilan Suster Ordo Santo Agustinus (OSA) yang digelar di ASC Kompleks Biara OSA Ketapang, Jumat (28/8/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Ketapang ini merupakan bentuk penghargaan tinggi pemerintah daerah terhadap dedikasi panjang para suster yang telah mengabdikan hidupnya puluhan tahun, khususnya dalam pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat.
Teladan Kesetiaan dalam Pengabdian
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan rasa hormat mendalam kepada para suster yang tahun ini merayakan tonggak jubileum hidup membiara, mulai dari 60 tahun, 40 tahun, 25 tahun, hingga 12,5 tahun pengabdian.
"Kesetiaan dalam menjalani panggilan hidup selama puluhan tahun tentu bukan sebuah perjalanan yang mudah. Dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan para suster merupakan teladan yang sangat berharga bagi kita semua," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kiprah panjang Ordo Santo Agustinus telah memberikan sumbangsih nyata dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Ketapang. Peran strategis para suster dalam bidang pendidikan dan kesehatan dinilai turut mempercepat akses pelayanan bagi warga di berbagai pelosok daerah.
Kolaborasi Kunci Pembangunan Daerah
Lebih lanjut, Bupati Alexander Wilyo menekankan bahwa pembangunan sebuah daerah tidak bisa berjalan optimal jika hanya mengandalkan peran pemerintah semata. Sinergi dengan berbagai elemen, termasuk lembaga keagamaan seperti OSA, dinilai krusial untuk menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
"Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Karena itu, pemerintah daerah selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan semua elemen, termasuk lembaga keagamaan, dalam menghadirkan pelayanan dan pembangunan yang berdampak bagi masyarakat," katanya.
Sarat Makna Spiritual dan Kemanusiaan
Perayaan syukur yang dipimpin langsung oleh Uskup Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi ini, tidak hanya menjadi ajang ungkapan syukur semata. Momen ini turut menjadi ruang refleksi bersama untuk menghargai nilai-nilai ketulusan, kesetiaan, dan pelayanan tanpa pamrih kepada sesama.
Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap, semangat pengabdian yang ditunjukkan para Suster OSA dapat terus menjadi sumber inspirasi bagi kehidupan bermasyarakat. Melalui kebersamaan lintas elemen ini, Kabupaten Ketapang optimis dapat terus melaju menuju daerah yang maju, harmonis, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan warganya.

Tinggalkan Komentar