BREAKING NEWS

Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla, Bupati Alexander Wilyo Bersama Ribuan Warga Ketapang Gelar Sholat Istisqa

Koran KalbarDaerah👁 0
RIBUAN WARGA KETAPANG GELAR SHOLAT ISTISQA, BERDOA DI TENGAH KEMARAU PANJANG.jpg

Menghadapi kemarau panjang dan meluasnya ancaman Karhutla, Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama ribuan warga menggelar Sholat Istisqa di Masjid Agung Al-Ikhlas sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.

Musim kemarau panjang yang memicu peningkatan titik api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menggerakkan hati ribuan warga Kabupaten Ketapang. Pada Kamis (27/8/2026) pagi, ribuan jamaah memadati halaman Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang untuk melaksanakan Sholat Istisqa atau sholat memohon hujan.

Kegiatan spiritual ini diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Al-Ikhlas. Pelaksanaan sholat ini menjadi simbol ikhtiar bersama, berserah diri kepada Allah SWT agar wilayah Ketapang segera diguyur hujan dan terbebas dari bencana kabut asap.

Ikhtiar Spiritual yang Dihadiri Lintas Tokoh

Dimulai tepat pukul 08.00 WIB, prosesi ibadah ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi daerah. Tampak hadir Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., Wakil Bupati Jamhuri Amir, S.H., jajaran Forkopimda, perwakilan Polres, Kodim 1203/Ketapang, Kementerian Agama, hingga pimpinan ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Bertindak sebagai imam dalam sholat tersebut adalah Ustaz H. Ismail Zainullah. Sementara itu, KH. Muhammad Dudung Basuni yang bertugas sebagai khatib menyampaikan pesan mendalam terkait kelestarian alam. Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa menjaga dan merawat lingkungan hidup bukanlah sekadar kewajiban sosial, melainkan ibadah dan bagian tak terpisahkan dari ajaran agama.

Sinergi Pemerintah dan Warga Cegah Karhutla

Usai pelaksanaan ibadah, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan bahwa Sholat Istisqa ini adalah bentuk penyempurnaan usaha. Setelah pemerintah dan aparat berupaya keras memadamkan api di lapangan secara fisik, langkah spiritual memohon rahmat kepada Sang Pencipta wajib dilakukan.

“Ini adalah ikhtiar batiniah kita semua. Kita berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang membawa berkah, serta diberikan keselamatan dalam melewati ujian kemarau ini,” ungkap Alexander.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa penanganan bencana Karhutla tidak bisa jika hanya mengandalkan petugas BPBD, TNI-Polri, atau Manggala Agni. Menurutnya, kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat adalah kunci utamanya.

“Tanggung jawab menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla ada di tangan kita bersama. Saya meminta keterlibatan aktif dari para tokoh agama, ormas, relawan, hingga perangkat desa untuk terus mengedukasi warga agar tidak membakar lahan sembarangan,” tegasnya.

Persiapan Matang dan Antusiasme Tinggi

Pelaksanaan Sholat Istisqa massal ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Hal ini terlihat dari lautan jamaah yang sudah berdatangan sejak pagi hari.

Kesuksesan acara ini tak lepas dari kerja keras panitia pelaksana, yakni pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas yang ditunjuk langsung oleh MUI Ketapang. Persiapan teknis telah dimatangkan sejak tiga hari sebelumnya demi memastikan ibadah berjalan khusyuk, tertib, dan lancar.

Melalui momentum ini, Pemkab Ketapang menaruh harapan besar agar doa ribuan warga segera dijabah, sekaligus membangkitkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga alam dari ancaman Karhutla di masa mendatang.


0 Komentar

Memuat komentar...

Tinggalkan Komentar